Sembilan Maret 2014, sekitar pukul 13.50 .Saat itu cuaca di kota Surabaya sedang terik-teriknya dan seperti biasa macet jadi makanan sehari-hari. Aku yang sedang dalam perjalanan dari mengambil konsumsi untuk teman-teman panitia sebuah acara dengan salah satu temanku yg sedang mengendarai mobil melewati perempatan di daerah Ngagel.
Lampu merah menghentikan perjalanan kami , di waktu yang singkat itu kaki-kaki cilik berjalan menyusuri sela-sela jalanan yg dipenuhi dengan kendaraan . Kaki-kaki cilik itu dengan kekuatannya melawan panas berhenti dari satu mobil ke mobil yg lain.Seorang anak kecil menghampiri mobil yg sedang aku tumpangi ,ia berusaha menjajakan dagangan miliknya kepada kami ,tapi ada satu hal dari anak itu yg membekas di hati. Senyuman,terbesit rasa sedih dan miris melihat hal itu. Seorang anak kecil dengan kekuatan yg ia miliki berusaha melawan kerasnya kehidupan.Jujur,rasanya nggak kuasa untuk melihat hal itu. Seharusnya anak seumuruan dia istirahat dirumah setelah pulang sekolah,bermain dengan teman atau mengerjakan pr bersama teman tapi... karena jaman yg sudah tidak memiliki toleransi, ia berusaha mencari rizqi di siang bolong. Dengan senyum yg merekah berjalan dari satu mobil ke mobil yg lain sembari membawa dagangan.
Anak anak kecil yg berusaha melawan kerasnya jaman, tidak sepatutnya mereka seperti itu, jalan mereka untuk menjadi pribadi yg matang secara moral,agama dan intelektual masih panjang, tapi jaman sudah lebih cepat merebut hak-hak mereka .Kaki kaki cilik yg menantang zaman dengan memikul tanggung jawab yg seharusnya bukan milik mereka harus mencari nafkah atas alasan keterbatasan dan kemiskinan ,Bukankah mereka dilindungi UU? Bukankah UUD juga sudah menjelaskan dengan pasalnya? Mereka adalah anak bangsa,mereka adalah aset yg tak ternilai untuk bangsa ini.
Bangsaku,inikah potret kehidupan yg kau miliki?
#think fast,act fast. Kita,para generasi muda dengan segala kreativitas dan inovasi yg kita miliki adalah roda penggerak kehidupan bangsa. Kita yg menentukan apakah roda itu akan bergerak maju atau mundur. Semua anak bangsa adalah sama,kita punya hak dan kewajiban yg sama. Hak untuk memperoleh pendidikan yg layak dalam segala aspek dan kewajiban untuk mengembalikan martabat bangsa ini. Let's save street children, they are precious, they are our family .