Hidup di kota metropolitan yang penuh hingar bingar kehidupan adalah suatu rintangan tersembunyi dalam diri . Setiap malam kerlap-kerlip cahaya nan elok, suara nyanyian klakson dijalanan , kegiatan manusia yang tidak ada habisnya seakan menandakan bahwa kota ini akan terus hidup tak pernah mati. Pagi hari pun dipenuhi manusia-manusia yang menjelma menjadi semut dan memenuhi seluruh sudut kota hingga tidak ada celah sedikit pun untuk sekedar menghirup nafas kebebasan.
Manusia-manusia dengan banyak perbedaan, kepribadian dan strata berlalu lalang mencari tempat mereka seharusnya berada , tapi pernahkah mereka menemukan tempat yang seharusnya? apakah tempat yang mereka cari benar-benar ada? ataukan tempat yang mereka cari itu adalah sebuah khayalan semata?
Kota yang tak pernah mati, itulah tempat aku berpijak saat ini. Dengan segala kemudahan dan keindahannya telah menyihir semua orang untuk datang hanya sekedar bertamu atau mengadu nasib. Mencari keuntungan dari setiap sudut kota, mencari tempat yang layak untuk disinggahi dan mencari siapa jati diri yang sebenarnya. Haruskah mengadu nasib di tempat ini? adakah tempat yang cocok untukku disini? haruskah aku meninggalkan semua yang aku miliki, harga diriku hanya untuk tempat ini? .Pertanyaan-pertanyaan terus berkecamuk dalam diri ini tak kala tahu semua keindahan hidup di kota ini adalah sebuah kebohongan. Kebohongan yang telah di buat oleh mata manusia yang dengan egoisnya menggerus kejujuran hati.
Sejenak aku berpikir, hidup disini enak ya . Segala yang aku butuhkan ada tapi entah kenapa hal itu seperti imajinasiku semata tak ada yang bisa aku raih dan yang aku miliki hanya kedua tangan kosong.Tangan yang terus berusaha mengaisi-ngais rejeki bahkan di tempat yang tidak pernah dijamah hati nurani manusia.
Ternyata.., tak ada tempat untukku disini, tempat yang aku cari tidak ada, apakah aku kembali saja? kembali ke kehidupan awalku, tapi aku telah mengorbankan segalanya hanya untuk kota yang penuh kelicikan,Aku malu.., malu untuk kembali ke kehidupanku yang sebenarnya. Aku ingin keluar , keluar dari kota yang penuh tipu daya ini dengan segala ego dan keangkuhannya.
Sekarang yang aku tahu aku harus bisa bertahan tak boleh aku menyerah . Hidupku ada di tangan-Nya , jika ini memang jalanku Dia akan memberi kekuatan dan jalan keluar selagi aku berusaha dan berdoa. Dia mencintai manusia, selagi manusia mau bertobat kepada-Nya dan menjadi seorang pribadi yang lebih baik. Ini aku dan ini hidupku.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment