Saturday, January 11, 2014

Welcome in Europe :Jilbab, Ini identitasku !

Assalamualaikum...
Akhirnya zaman-zaman gabutku di kampus udah berakhir yeah ^_^! tapi masih sempet-sempetnya nulis di blog. Entah kenapa ada perasaan yang mendorong buat nengokin blog sebentar sekalian corat-coret.
Berjalan diatas Cahaya dan 99 Cahaya di langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais berserta suami dan kawan-kawannya ngingetin aku sama salah satu kejadian batin yang dialami sekitar satu setengah yang lalu di Eropa, perasaan batin yang nggak akan pernah dilupakan seumur hidupku dan bakal dikenang selamanya.
Memang sih kejadiannya simpel banget tapi bagi aku ,ini sebuah titik permulaan untuk berubah menjadi identitasku yang sebenarnya. Ya, identitasku sebagai seorang muslimah yang sesungguhnya.
Awalnya memang sekedar mencari tempat ibadah umat muslim di Freiburg, kota yang punya julukan kota terhangat di Jerman sekalian cari tempat sholat jum'at buat teman-temanku yang cowok. Naik Littenweiler dari halte dekat Jungendheberge turun di banhof habis itu naik Strassenbahn yang huruf depannya R (udah lupa namamya >,<). Dalam perjalanan aku penasaran banget gimana bentuk masjidnya ya?gede atau nggak?atau malah segede masjid yang ada di Berlin?(Soalnya waktu itu di Goethe ada pameran foto masjid dan aku lihat gede ya masjidnya) akhirnya Strassebahn berhenti di sebuah halte, seingatku hanya aku, empat orang temanku, guru pendampingku dan guru pendamping dari Bosnia yang ada di halte itu. Setelah itu kita jalan nggak jauh dari halte dan nemui sebuah bagunan yang mirip rumah bercat hijau. Waktu itu aku heran , mana masjidnya?dan nggak disangka bangunan yang bercat hijau itulah masjid.Seingatku di Jerman memang tidak mudah membangun rumah apalagi masjid tapi gimanapun juga Allah Swt ialah Yang Maha Kuasa dan jika Dia berkehendak terjadilah maka terjadilah.
Majid itu memiliki dua tingkat, tingkat pertama di khususnya untuk pria dan wanita berada di lantai dua disebelah masjid juga ada toko yang menjual barang-barang(kayaknya makanan halal, alat ibadah dll). Aku, guru pendampingku dan dua orang teman perempuanku naik kelantai dua, disaat yang sama sedang dilangsungkan belajar mengaji bersama ,jadi ingat jaman masih kecil belajar ngaji di masjid , aku juga ketemu sama salah satu anak kecil yang cantik banget (kayaknya dia orang Turki atau mix Turki-Jerman). Subahanallah , aku salut banget sama anak-anak yang belajar mengaji disana ,mereka tetap mempertahankan jati diri mereka sebagai seorang muslimah di sebuah negara sekuler yang mengagung-agungkan asas Liberalisme.Tidak lama kemudian Ustadzah di masjid itu datang dan kami semua bersalaman dengan beliau. Beliau bercerita banyak hal tentang muslim di Freiburg (waktu itu bahasa jerman masih belepotan banget) dan bahwa orang tuanya berasal dari Turki tetapi beliau dilahirkan dan dibesarkan di Freiburg .Subahanallah, Kuasa Allah Swt memang dahsyats, beliau lahir dan besar di Jerman tapi tetap bisa menjaga identitas beliau sebagai seorang musliman ditengah peradaban bebas yang dianut Jerman, pasti tidak mudah untuk beliau apalagi dengan adanya sentimen negatif dunia barat terhadap Islam beliau tetap mempertahankan identitasnya sebagai muslimah .Sedangkan aku ? jujur aku malu banget waktu itu kalo ngeliat diri sendiri , nggak jilbaban padahal lahir dan besar di negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia . Mana identitasku? katanya aku muslimah tapi tidak ada identitas yang melekat pada diriku. Alhamdulillah di negara sekuler ini aku mendapatkan sebuah pencerehan tentang menjadi seorang muslimah.
Tak lama setelah itu, kami berpamitan dengan Ustadzah karena kami punya janji dengan teman-teman yang lain dan nggak disangka beliau memberikan kami semua masing-masing sebuah Alquran, dan yang aku yakini saat itu,Alquran ini oleh-oleh terbaik yang pernah ada. Aku berjanji,jika Allah Swt memberikan ku kesempatan lagi untuk ke Jerman atau Eropa, masjid ini akan menjadi salah satu tujuan must-visit ku.
Tidak hanya pengalamanku berkujung ke masjid, salah satu temanku dari Indonesia pernah bertanya kenapa kamu nggak jilbaban ? waktu itu speechless banget nggak tau harus gimana terus temanku yang lain mengatakan karena belum siap kan sayang nanti kalo di lepas lagi, aku tau alasan seperti itu bukanlah alasan yang benar karena gimanapun jilbab itu wajib .Ditambah lagi dengan pertanyaan temanku yang berasal dari Uzbekitan yang berdarah Rusia, dia juga menanyakan hal yang sama dan kembali lagi aku speechless.
Setelah kembali ke tanah air ,aku merenungkan semua pengalaman yang aku dapatkan disan tentang identitasku dan jilbab dan dengan Bismillah, setelah aku rampungaka unasku aku akan berjilbab karena Jilbab, ini Identitasku.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Qs. Al-Ahzab: 59].

“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” [QS. An-Nuur 24:31]
 
 “Wanita-wanita (ketika turun ayat tersebut) segera mengambil kain sarung mereka, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” [HR. Hakim].

Freiburg ( Maaf nggak pintar foto T^T )

Wednesday, January 8, 2014

Sebuah kisah dari dia yang bertahan.

Hidup di kota metropolitan yang penuh hingar bingar kehidupan adalah suatu rintangan tersembunyi dalam diri . Setiap malam kerlap-kerlip cahaya nan elok, suara nyanyian klakson dijalanan , kegiatan manusia yang tidak ada habisnya seakan menandakan bahwa kota ini akan terus hidup tak pernah mati. Pagi hari pun dipenuhi manusia-manusia yang menjelma menjadi semut dan memenuhi seluruh sudut kota hingga tidak ada celah sedikit pun untuk sekedar menghirup nafas kebebasan.
Manusia-manusia dengan banyak perbedaan, kepribadian dan strata berlalu lalang mencari tempat mereka seharusnya berada , tapi pernahkah mereka menemukan tempat yang seharusnya? apakah tempat yang mereka cari benar-benar ada? ataukan tempat yang mereka cari itu adalah sebuah khayalan semata?
Kota yang tak pernah mati, itulah tempat aku berpijak saat ini. Dengan segala kemudahan dan keindahannya telah menyihir semua orang untuk datang hanya sekedar bertamu atau mengadu nasib. Mencari keuntungan dari setiap sudut kota, mencari tempat yang layak untuk disinggahi dan mencari siapa jati diri yang sebenarnya. Haruskah mengadu nasib di tempat ini? adakah tempat yang cocok untukku disini? haruskah aku meninggalkan semua yang aku miliki, harga diriku hanya untuk tempat ini? .Pertanyaan-pertanyaan terus berkecamuk dalam diri ini tak kala tahu semua keindahan hidup di kota ini adalah sebuah kebohongan. Kebohongan yang telah di buat oleh mata manusia yang dengan egoisnya menggerus kejujuran hati.
Sejenak aku berpikir, hidup disini enak ya . Segala yang aku butuhkan ada tapi entah kenapa hal itu seperti imajinasiku semata tak ada yang bisa aku raih dan yang aku miliki hanya kedua tangan kosong.Tangan yang terus berusaha mengaisi-ngais rejeki bahkan di tempat yang tidak pernah dijamah hati nurani manusia.
Ternyata.., tak ada tempat untukku disini, tempat yang aku cari tidak ada, apakah aku kembali saja? kembali ke kehidupan awalku, tapi aku telah mengorbankan segalanya hanya untuk kota yang penuh kelicikan,Aku malu.., malu untuk kembali ke kehidupanku yang sebenarnya. Aku ingin keluar , keluar dari kota yang penuh tipu daya ini dengan segala ego dan keangkuhannya.
Sekarang yang aku  tahu aku harus bisa bertahan tak boleh aku menyerah . Hidupku ada di tangan-Nya , jika ini memang jalanku Dia akan memberi kekuatan dan jalan keluar selagi aku berusaha dan berdoa. Dia mencintai manusia, selagi manusia mau bertobat kepada-Nya dan menjadi seorang pribadi yang lebih baik. Ini aku dan ini hidupku.

Sunday, January 5, 2014

First time writing on Blog

         Okay, This is my first time writing here, actually I don't know what I should write here. But , I think sometimes it's important to share my thoughts about everything. I'm not a talkative , for me it's better to write about what has just happened in my life.

I really love this, I think this's my best drawing ever
Copyright © EnnLaw | Floating Leaves template designed by ennyLaw | eLaw's Design